Paket Lebaran Menanti Anda

Tabungan Hari Raya (THR) adalah tabungan untuk masyarakat yang dikhususkan untuk Hari Raya Idul Fitri.

Berqurban lebih menentramkan

"Maka dirikanlah sholat karena Tuhan-Mu dan Berqurbanlah." (QS. Al-Kautsar : 2)

Menabung ya SimPel aja!

Tabungan SimPel iB adalah tabungan untuk pelajar yang diterbitkan secara bersama oleh bank-bank di indonesia.

Kamis, 01 Februari 2018

BPRS Al-Madinah Luncurkan Tabungan SIMADU

BPR Syariah Al-madinah Tasikmalaya yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah  dengan bentuk Perusahaan Perseroan Milik Daerah (perseroda) Kota Tasikmalaya, kemarin (31/1) resmi meluncurkan tabungan baru yang bernama Tabungan Simpanan Masa Depan Umat atau disingkat Tabungan SiMADU iB

Fachrudin Rahmat yang mensosialisasikan produk pada acara soft opening tabungan mengatakan bahwa Tabungan SiMADU memiliki segmentasi pasar kepada aparatur sipil negara (ASN), karyawan swasta atau wirausaha/perorangan yang memiliki penghasilan tetap, sedangkan manfaat tabungan untuk masyarakat dapat menyiapkan kebutuhan masa depan dengan model penyetoran setiap bulan melalui fasilitas layanan petugas atau layanan kas keliling yang disediakan.

Tabungan SiMADU persyaratan sangat mudah yaitu dengan menyerahkan foto copy KTP/SIM, mengisi aplikasi pembukaan rekening dan menandatangani setoran dan kontrak jangka waktu yang diperjanjikan. Jumlah setoran setiap bulan minimal Rp.50ribu atau kelipatannya selama jangka waktu tertentu sesuai kebutuhannya misalnya untuk renovasi rumah, pernikahan, pembelian kendaraan, pembelian tanah / investasi, keperluan ibadah, pembelian barang, dll. Bagi nasabah dapat diberikan bagi hasil yang sangat menarik atau bisa setara dengan bagi hasil deposito (diproyeksikan +6,5%) serta plus adanya santunan kematian bila nasabah meninggal dunia.

Tabungan SiMADU harapannya mudah-mudahan dapat menjadi solusi bagi perusahaan/wirausaha yang belum memiliki fasilitas jaminan hari tua/pesangon kepada karyawan, atau dalam rangka mensejahterakan karyawannya supaya lebih loyal bekerja. Karena dalam prakteknya Tabungan SiMADU dapat saja dirancang pencairannya berdasarkan kesepakatan. Setorannyapun dapat juga  misalnya dibagi nisbah 50:50 yaitu 25 ribu ditanggung perusahaan dan 25ribu ditanggung masing-masing karyawan. Kontrak setoran tabungan 1 tahun sampai dengan 15 tahun.

Sementara Rudyono, SE selaku Direktur BPRS Al-madinah mengatakan bahwa dalam waktu dekat Tabungan SiMADU ini akan di launchingkan bersamaan dengan peresmian operasional Mobil Kas Keliling oleh Walikota Tasikmalaya selaku pemilik atau pengendali perseroan. Mudah-mudahan dengan kebijakan Walikota sebagai pemilik, tabungan ini dapat disosialisasikan dan bisa diterima oleh pegawai negeri sipil atau ASN yang ada dilingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Karena dengan tabungan mudharabah/berjangka diharapkan dapat memberikan edukasi dan literasi keuangan ditengah pola hidup masyarakat yang semakin konsumtif supaya masa depannya dapat terjaga dengan baik.

Tabungan SiMADU diharapkan dapat meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) dan perkembangan BPRS, pada akhirnya mudah-mudahan bisa memberikan manfaat dan berokah kepada masyarakat Kota Tasikmalaya, terang Rudyono. *** (rus)
Share:

Minggu, 17 Desember 2017

BPRS Al-Madinah Berikan Hadiah Langsung Untuk Setiap Pembukaan Rekening Pada Gelar Inovasi Pelayanan Publik 2017


Pemerintah Kota Tasikmalaya pada tanggal 18 Desember 2017 menyelenggarakan gelar Inovasi Pelayanan Publik yang bertempat di Gedung Serba Guna Komplek Balekota Tasikmalaya, Jl. Letnan Harun No. 1 Kota Tasikmalaya. Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka memeriahkan ulang tahun Korp Pegawai Republik Indonesia ke-46 dan sebagai publikasi inovasi pelayanan public yang telah dilaksanakan oleh perangkat daerah dilingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Gelar Inovasi pelayanan publik merupakan upaya pemerintaj untuk menggali ide-ide kreatif dan inovatif.

          Gelar inovasi merupakan upaya untuk mendorong percepatan peningkatan kualitas pelayanan public dan dalam rangka membangun budaya untuk melahirkan dan mengembangkan inovasi oleh setiap unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Bentuk kegiatan berupa pameran/gelar inovasi dan perangkat daerah yang sudah melaksanakan inovasi administrasi baik berupa : a). peningkatan tata kelola pemerintahan meliputi salah satu atau lebih unsure partisipasi akuntabilitas, tranparansi, efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan kualitas regulasi, peningkatan hokum, ketertiban social dan control terhadap korupsi dalam pelayanan public b). penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan pelayanan public c). perbaikan kesejahteraan social dalam penyelesaian masalah social d). pelayanan langsung kepada masyarakat kepada masyarakat yaitu pelayanan yang dilaksanakan melalui kontak langsung dengan masyarakat yang manfaatnya dirasakan langsung.

BPRS Al-madinah Tasikmalaya yang merupakan perusahaan perseroan milik daerah (perseroda) Kota Tasikmalaya ikut andil dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Bank milik Pemerintah Kota Tasikmalaya kini menampilkan informasi dan pelayanan produk berbasis website. Bahwa masyarakat dapat mengakses website tersebut dengan pelayanan jemput bola melalui petugas kolektor yang mobile dilapangan, www.bprsalmadinah.com juga memiliki fitur-fitur lainnya yang menarik. Selama pameran atau gelar inovasi BPRS Al-madinah siap memberikan hadiah-hadiah langsung berupa payung/jam dinding/kaos/ mug untuk memberikan daya tarik kepada pengunjung yang melakukan pembukaan rekening tabungan KotaKu dan Tabungan Ahsanu’amala di stand BPRS Al-madinah.** (rus)
Share:

Rabu, 13 Desember 2017

KH. Muhammad Aminudin, M.Ag ditetapkan menjadi Ketua DPS di BPRS Al-madinah


     Setelah melewati beberapa tahapan, mulai dari sertifikasi dan rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI) serta proses fit and profer test oleh Otoristas Jasa Keuangan (OJK), akhirnya KH. Muhammad  Aminudin, M.Ag ditetapkan menjadi Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) PT. BPRS Al-madinah Tasikmalaya melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa yang dilaksanakan tanggal 5 Desember 2017 di Rumah Makan Hj Ocoh Jl. Sutisna Senjaya Tasikmalaya.

    PT. BPRS Al-madinah yang merupakan Perusahaan Perseroan Milik Daerah (perseroda) yang sahamnya 98,7% dimiliki Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan  diwakili oleh Walikota Tasikmalaya sebagai Pemegang Saham pengendali (PSP) perseroan. Drs. H. Budi Budiman menyatakan KH. Muhammad Aminudin, M.Ag resmi menduduki jabatan sebagai ketua DPS untuk periodisasi selama 3 (tiga) tahun,  selanjutnya mengharapkan sebagai sosok ulama dapat mewarnai dan mendorong syiar ekonomi syariah di Tasikmalaya atau dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan kinerja perusahaan dari asfek syariahnya.

Zenzen Jaenudin, M.Si yang menjadi pimpinan rapat menyampaikan bahwa agenda utama pada RUPS Luar biasa adalah pengangkatan dan penetapan ketua DPS, penetapan remunerasi pengurus, pencabutan kewenangan pemberian pembiayaan dan pembatasan pembelian barang/jasa oleh komisaris, serta pembahasan dan penetapan RBB tahun 2018. Namun dari beberapa agenda yang ada, diakui permasalahan pengisian jabatan pada struktur pengurus menjadi yang paling diprioritaskan mengingat posisi direktur utama dan ketua DPS selama 8 bulan terjadi kekosongan, Alhamdulillah untuk ketua DPS bisa ditetapkan tinggal menunggu proses untuk posisi direktur utama sekarang masih didalami oleh OJK, kita tunggu saja mudah-mudahan dengan waktu yang tidak terlalu lama informasinya sudah ada, jadi kita bisa lebih yakin menatap kinerja tahun 2018 dengan rencana bisnis bank yang telah ditetapkan, terang H. Zenzen yang menjadi komisaris utama.

   Sementara menurut Rudyono, SE (direktur) menyampaikan bahwa Dewan Pengawas Syariah (DPS) pada BPRS Al-madinah memiliki peran strategis dan vital yaitu diantaranya 1). memberikan pedoman atau garis-garis besar syariah untuk menghimpun maupun untuk penyaluran dana serta kegiatan yang berkaitan dengan syariah. 2). Mengadakan perbaikan seandainya suatu produk telah/sedang dijalankan dinilai bertentangan dengan syariah 3). Bertanggung jawab atas pengawasan terhadap operasional bank agar sesuai dengan syariah 4). Memberikan saran-saran kepada management tentang pelaksanaan operasional/bisnis perbankan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan Syari’ah Islam. 5). Melakukan pembinaan kepada pegawai untuk meningkatkan penguasaan hukum-hukum Islam dalam kegiatan bisnis/produk perbankan. Dari beberapa tupoksi DPS tersebut diyakini KH Aminudin adalah figur yang sangat dibutuhkan, jadi bersyukur dan kami mengucapkan selamat bergabung, sekarang sudah menjadi bagian keluarga besar PT. BPRS Al-madinah.** (rus)
Share:

Senin, 06 November 2017

SMP Terpadu dan MA Fajrul Islam Sosialisasikan Tabungan SimPel iB


Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) BPR Syariah Al-madinah disosialisasikan (Senin, 7/11) di sekolah SMP terpadu dan MA Fajrul Islam yang beralamat di Rancabungur Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Tabungan SimPel yang merupakan produk yang diterbitkan pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara bersama dengan Industri Jasa Keuangan sekarang sedang gencar-gencarnya di sosialisasikan oleh bank milik Pemerintah Kota Tasikmalaya tersebut. Tabungan SimPel hadir dikhususkan untuk siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, Madrasah (MI, MTs, MA) atau sederajat, yang berusia dibawah 17 tahun dan belum memiliki KTP dalam rangka mendorong budaya menabung sejak usia dini. 

Agus Suryana yang menjadi nara sumber pada kegiatan tersebut dengan penuh antusias mengajak kepada para siswa untuk menabung Tabungan SimPel, karena memiliki fitur yang sangat sederhana serta sesuai dengan karakteristik pelajar, buku tabungan dibentuk atas nama pelajar, setoran awalnya pun hanya minimal Rp. 1000,-, bebas biaya administrasi bulanan serta pelajar tidak perlu harus mendatangi bank, namun cukup dilakukan dengan menabung disekolah.

Tujuan tabungan SimPel memiliki beberapa manfaat diantaranya 1). pembentukan karakter pelajar yang hemat, cermat dan gemar menabung sejak dini. 2). Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa, orang tua, dan komunitas sekolah mengenai layanan keuangan khususnya produk tabungan SimPel. 3).Mengenalkan bank, produk perbankan serta meningkatkan akses keuangan yang mudah dijangkau, biaya ringan, dan fitur yang menarik bagi siswa. 4). Mengajarkan kepada siswa untuk dapat memiliki dan mengembangkan kekayaan sendiri dengan cara menabung. 5). Membantu pihak sekolah dan para orang tua murid dalam mempersiapkan kebutuhan biaya pendidikan para siswa. 

Pada akhir acara sosialisasi, pembicara yang dikenal sebagai Agus ‘goes’ memberikan doorprize kepada peserta yang dapat menjawab pertanyaan. Akhirnya Rasyid, Nisya dan Anggi menjadi siswa yang beruntung karena dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan tepat dan benar. 

KH. Asep Ilyas pada kesempatan terpisah menyampaikan bahwa SMP terpadu dan MA Fajrul Islam menggandeng perbankan karena sekolahnya menginginkan guru-guru dapat professional bekerja dan lebih fokus menjadi sebagai pendidik dan tidak disibukan lagi dengan aktifitas pengelolaan tabungan siswa. Menabung memang penting, maka kami anjurkan dan dorong siswa-siswinya untuk menabungnya di Bank Al-madinah. Hal senada disampaikan oleh Mustofa selaku kepala sekolah yang akan berusaha semaksimal mungkin pelaksanaan program tabungan SimPel di sekolahnya dapat berjalan dengan lancar dan sukses.** (rus)
Share:

Rabu, 20 September 2017

Tabungan SimPel BPR Syariah Al-madinah dilaunching oleh Walikota Tasikmalaya

Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) iB PT. BPR Syariah Al-madinah resmi di launching (20/9) oleh Walikota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman. Bertempat di komplek SDN Pengadilan Tasikmalaya acara yang dimulai pada pukul 07.00 berlangsung sangat meriah, diawali dengan pahelaran upacara adat lelengseran untuk menyambut kedatangan Walikota Tasikmalaya.  
Turut hadir pada acara tersebut yaitu dari OJK Tasikmalaya, Kemenag, DPRD, Dinas Pendidikan dan para kepala sekolah tingkat SDN dan SMPN se Kota Tasikmalaya.

Walikota Tasikmalaya dalam sambuatannya menyampaikan bahwa pentingnya pendidikan karakter anak usia dini, para siswa dihimbau dapat menyisihkan uang jajan yang diberikan orang tua untuk kepentingan menyiapkan biaya pendidikan yang lebih tinggi. Walikota juga menegaskan BPR Syariah Al-madinah adalah bank milik pemerintah Kota Tasikmalaya untuk itu dihimbau untuk kepala sekolah, guru dan para siswanya untuk menabung di bank almadinah, imbuhnya. 

Sementara itu terkait surat edaran Walikota Tasikmalaya yang melarang pengelolaan tabungan di sekolah, selain permasalahan yang kerap terjadi dimaksudkan juga untuk mengurangi beban kepala sekolah dan para guru. Kehadiran tabungan SimPel ini menjadi solusi dan sudah seharusnya pemerintah melalui dinas pendidikan untuk mendukungnya supaya dapat diimplementasikan di semua sekolah di Kota Tasikmalaya. Kepala Dinas Pendidikan langsung dimintakan progress atau dapat menilai prestasi setiap sekolah berdasarkan jumlah rekening tabungan SimPel yang telah bekerjasama. 

Menabung harus dijadikan sebagai gaya hidup yang harus ditanamkan, bukan hanya siswa tapi juga kepada para kepala sekolah dan guru sepantasnya memberi contoh dengan membuka rekening di BPRS Almadinah.

Pada kesempatan yang sama, PT. BPR Syariah Al-madinah menyelenggarakan nota kesepahaman kerjasama penyelenggarakan tabungan SimPel dengan sekolah SDN 1 Pengadilan, SDN 2 Pengadilan, SDN 3 Pengadilan, SDN 4 Pengadilan, SDN Tawangsari, SDN Citapen, SDN Dadaha, SDN Galunggung, SDN 1 Cikalang dan SDN 2 Cikalang. Dilanjutkan dengan penyerahan buku tabungan secara Simbolis oleh walikota Tasikmalaya kepada perwakilan siswa dan peluncuran balon keudara sebagai simbol diresmikannya tabungan SimPel.

Ketua OJK Tasikmalaya, Iwan M Ridwan mengapresiasi dan menyambut positif launching tabungan SimPel oleh BPR Syariah Al-madinah, diharapkan dapat mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat; pembentukan karakter siswa yang hemat, cermat dan gemar menabung sejak dini; mengajarkan siswa dapat memiliki dan mengembangkan kekayaan sendiri dengan cara menabung; Fitur SimPel yang sangat sederhana yaitu setoran awal minimal Rp. 1000,- serta bebas dari biaya administrasi bulanan. Namun pembukaan rekening idealnya dilakukan atas dasar kerjasama bank dengan sekolah, sehingga pelajar tidak perlu harus mendatangi bank, namun dilakukan dengan menabung disekolah**.

Share:

Senin, 24 Juli 2017

BI Dorong Peran Ekonomi Syariah dalam Pertumbuhan dan Ketahanan Ekonomi Nasional


Bank Indonesia terus mendorong peran ekonomi syariah dalam mendukung pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional. Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, dalam diskusi panel bertajuk “Peran Ekonomi Syariah dalam Arus Baru Ekonomi Indonesia”, hari ini (24/07) di Jakarta. Dilaksanakan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), diskusi panel diharapkan dapat menghasilkan suatu kerangka kerja nyata yang dapat diimplementasikan bagi kemajuan perekonomian Indonesia.
Ekonomi syariah dinilai merupakan salah satu jawaban atas permasalahan ekonomi yang masih terdapat di Indonesia, yaitu kesenjangan sosial. Sistem ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang menjunjung tinggi keadilan, kebersamaan, dan keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya. Ekonomi syariah juga dilengkapi dengan mekanisme distribusi harta kepada masyarakat miskin serta dorongan partisipasi masyarakat untuk berkontribusi bagi kepentingan publik, sehingga bersifat inklusif.
Kerja sama dengan MUI dilakukan mengingat kontribusi organisasi tersebut dalam membangun dan mengembangkan perekonomian nasional yang berlandaskan prinsip syariah. Selanjutnya, pengembangan program ekonomi dan keuangan syariah secara nasional diharapkan akan memberikan dampak yang positif dan signifikan terhadap pertumbuhan sektor produksi yang semakin kuat dan merata, meningkatkan daya tahan ekonomi (resilience) terhadap gangguan baik internal maupun eksternal, meningkatkan stabilitas dan efisiensi sektor keuangan syariah, membuka peluang pelaksanaan program literasi ekonomi syariah, serta mendorong program penelitian dan inovasi untuk semakin berkembang guna menjawab segala tantangan perekonomian Indonesia di masa sekarang dan yang akan datang.
http://www.bi.go.id/id/ruang-media/info-terbaru/Pages/BI-Dorong-Peran-Ekonomi-Syariah-dalam-Pertumbuhan-dan-Ketahanan-Ekonomi-Nasional.aspx
gambar : halallifestyle.id
Share:

Senin, 10 Juli 2017

BPRS Al-madinah Siap Gulirkan Program Wirausaha Baru

Dalam rangka menyiapkan program Wira Usaha Baru (WUB) dari Pemerintah Kota Tasikmalaya yang akan digulirkan pada tahun 2018. Manajemen BPRS Al-madinah berusaha mencoba merespon dengan aktif menyiapkan teknis dan langkah-langkah strategis yang dianggap perlu. Hal tersebut disampaikan oleh Moh Ihsan Suryanegara selaku Kabag Marketing, bahwa dalam hal menggali teknis dan strategis diimaksud yaitu perlunya studi banding dengan BPR milik daerah yang dianggap sukses menyelenggarakan program pemerintah. BPR Kota Bandung kami anggap sukses menyelenggarakan program dengan kredit melatinya, maka kita berangkat ke bandung pada beberapa waktu yang lalu. Alhamdulillah hasilnya ada beberapa pencerahan dari studi banding tersebut, namun tentu masih ada beberapa hal yang harus dilakukan pengkajian secara lebih mendalam terlebih menyangkut potensi risiko bank yang akan dihadapi. Terang Ihsan.

Pada kesempatan lain Rudyono selaku Direktur BPRS Al-madinah Tasikmalaya menuturkan sampai saat ini internal BPRS telah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) menyangkut peraturan yang akan mengatur  pembiayaan wirausaha baru (WUB) sebagaimana program yang akan dikerjasamakan dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya. SOP tersebut telah rampung disusun tinggal mendapat persetujuan Dewan Komisaris selanjutnya akan dipresentasikan kepada Walikota Tasikmalaya selaku pemegang saham pengendali pada RUPS mendatang.

Sedikit bocorannya bahwa nama program tersebut diusulkan bernama ‘Pembiayaan Madani’ yaitu fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok usaha produktif untuk kebutuhan modal kerja dan investasi. Tujuan program adalah 1).Penciptaan peluang usaha, kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat dengan cara memberikan permodalan usaha. 2). Meningkatkan kapasitas kewirausahaan masyarakat yang berdaya saing melalui pelatihan ekonomi rumah tangga, kewirausahaan dan pembukuan sederhana. 3).Memberikan pendampingan & pembinaan wirausaha dengan pendekatan pembiayaan bank; 4).Memberikan edukasi, literasi dan inklusi keuangan syariah kepada masyarakat; 5). Mempersempit tingkat kesenjangan sosial; 6). Mempersempit ruang gerak para pelepas uang/rentenir serta mendorong, memberdayakan dan mencetak 5000 (lima ribu) pelaku usaha mikro (wirausaha). 

Dalam draft  calon penerima manfaat dari program WUB dituliskan harus memiliki persyaratan sbb : 
  1. Harus mempunyai usaha produktif yang layak dan telah berjalan minimum 3 (tiga) bulan.
  2. Memiliki modal atau persediaan barang minimal 50% dari pembiayaan yang akan diberikan
  3. memiliki skill usaha yang dibuktikan dengan sertifikat pelatihan kewirausahaan dari Lembaga/Dinas terkait.
  4. Memiliki proyeksi keuangan (cash flow) dari usaha yang akan dijalankan
  5. Tidak termasuk daftar nasabah bermasalah menurut Sistem Informasi debitur (BI Cheking).
  6. Memiliki KTP dan bertempat usaha/berdomisi di Kota Tasikmalaya

Selanjutnya, Plafond pembiayaan minimal Rp. 1.000.000,- dan maksimal  Rp. 10.000.000,- yaitu diberikan sesuai analisa dan kapasitas usaha yang dimiliki. Jangka waktu pembiayaan paling lama selama 12 (dua belas) bulan. Terkait dengan margin belum dapat kami sampaikan sekarang, tapi diupayakan ada bantuan berupa subsidi bunga/margin dari Pemkot Tasikmalaya sehigga kewajiban nasabah mudah-mudahan hanya bayar angsuran pokoknya saja. Dalam meminimalisir risiko setiap nasabah sebagaimana ketentuan akan dipersyarakan jaminan, tapi untuk plafond <= 3 juta jaminan hanya berupa kebendaan peralatan rumah tangga sedangkan plafond > 3 juta harus berupa fix asset/BPKB kendaraan/cash collateral.

Pembayaran setoran pembiayaan dilakukan harian dan maksimal secara mingguan dengan collection oleh petugas bank. Ini mirip dengan cara-cara yang dilaksanakan rentenir karena kita memang fokus melawan rentenir.  

Dalam menjalankan program ini kami akan sekuat tenaga bersikap profesional dengan prinsif kehati-hatian bank. Bila nanti ada calon nasabah yang berdasarkan analisa dan survey kelayakan usaha tidak memenuhi syarat tentu akan kami tolak atau bila nanti ada nasabah yang inkar janji terhadap kewajibannya tentu akan dilakukan penagihan, pengambilan alihan agunan sesuai prosedur yang berlaku, terang Rudyono **

Gambar : http://alwiesupena.blogspot.co.id/2014/07/produk-tasik.html
Share:
TABEL BAGI HASIL JULI 2017
BLN BANK NASABAH EQ RATE
DEPOSITO
1 70 30 6,77 %
3 69 31 6,99 %
6 68 32 7,22 %
12 65 35 7,90 %
TABUNGAN
12 88 12 2,70 %