7 Tips Menabung Untuk Umroh Yang Bisa Kamu Coba


Setiap orang muslim pasti memiliki cita-cita untuk melaksanakan rukun islam terakhir yakni pergi berumroh atau berhaji ke Baitullah. Namun, keinginan itu tidak mudah terwujud sebab memerlukan keyakinan dan usaha yang besar untuk mempersiapkannya. Karena ada orang yang berpenghasilan rendah mampu menunaikannya, namun tidak sedikit yang dianggap mampu justru sulit melaksanakannya. Karena hakekatnya Alloh tidak memanggil yang mampu, tapi Alloh memampukan yang mau.  

“Orang yang mengerjakan haji/umroh merupakan tamu Alloh, maka jika mereka bermohon kepadanya pastilah dikabulkan-Nya, dan jika mereko memohon ampuan pasti diampuni-Nya.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) AL-MADINAH yang merupakan Bank milik Pemerintah Kota Tasikmalaya yang seara operasional melaksanakan kegiatan perbankan menggunakan prinsif syariah. Dalam rangka mendorong bulan inklusi keuangan, mulai tanggal 1 Oktober 2020 BPRS terus gencar mensosialisasikan dan mempromosikan salah satu produk Tabungan iB Ahsanu’amala Haji/Umroh yaitu produk tabungan khusus perorangan untuk membantu nasabah dalam rencana menunaikan ibadah haji/umroh.

Ketua Dewan Pengawas Syariah BPRS Al-Madinah, KH Aminudin Bustomi, M.Ag dalam kesempatannya menyatakan produk-produk simpanan pada BPRS Al-Madinah berada dalam pengawasannya, Insya Alloh dikelola secara professional, amanah dan sesuai syar’i. Dan tabungan Ahsanu’amala iB Haji/Umroh menggunakan akad wadiah (titipan).

Sementara, Rustanto, selaku Kepala Bagian Bisnis yang menjadi nara sumber pada pelaksanakaan Literasi dan Inklusi keuangan pada tanggal 15 Oktober 2020 menyoroti tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia yang masih rendah. Hal itu berbanding terbalik dengan tingkat inklusi keuangan yang hampir dua kali lipat lebih besar dibanding literasi. Menurut survei OJK yang dilakukan pada 2019 lalu, tingkat literasi keuangan di Indonesia baru mencapai 38 persen. Di sisi lain, tingkat inklusi keuangan sudah 76 persen. Sementara Singapura telah mencapai 98 persen,  Malaysia 85 persen, Thailand 82 persen. Dan berdasarkan survei yang dilakukan Programme for International Student Assessment (PISA), Indonesia berada di peringkat 72 dari 78 negara dalam hal literasi.

Ada 4 akibat dari lemahnya tingkat literasi keuangan yaitu 1). tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik 2). tidak memiliki tujuan keuangan 3). penempatan instrumen investasi yang tidak tepat 4). terjebak oleh praktik investasi ‘bodong’.

Sebagai informasi, pemerintah Arab Saudi saat ini telah membuka kembali ibadah umrah mulai 4 Oktober 2020 dan dibagi atas empat tahap. Pemerintah Arab Saudi mulai melakukan uji coba pembukaan kegiatan umrah pada 4 Oktober 2020 setelah sebelumnya ditutup karena pandemi virus corona (Covid-19).

Terkait dengan dibukanya kembali ibadah umroh tersebut, Rustanto memberikan beberapa tips cara menabung untuk umroh yang mungkin bisa dicoba dan di aplikasikan agar impianmu lebih mudah terwujud. 

1. Sisihkan sekitar 10 persen dari pendapatan yang kamu miliki setiap bulan

Langkah pertama sebagai salah satu cara menabung untuk umroh adalah dengan menyisihkan sekitar 10 persen pendapatan per bulan yang kamu miliki. 

Hasil dari tabungan umroh ini nantinya akan digunakan untuk Down Payment (dp) untuk membayar akomodasi ibadah umroh. Pasalnya, bila melihat dari beberapa sumber travel agent umroh diketahui bahwa biaya ibadah umroh ataupun haji itu tidaklah murah. 

Setidaknya untuk paket umroh pada saat pandemic sekarang biayanya bisa mencapai antara Rp 28,5 juta hingga Rp 35 juta per orang. Belum lagi biaya bekal yang harus kamu persiapkan saat melaksanakan ibadah tersebut.

Jadi, dengan kisaran 10 persen hingga 20 persen setiap bulannya keinginanmu untuk umroh akan cepat terwujud. 

2. Beri hukuman bila gagal menabung

Dalam menjalankan ikhtiar untuk mempersiapkan tabungan umroh ini memang tidaklah mudah. Ada kalanya manusia mengalami banyak godaan untuk membelanjakan uang tabungan tersebut pada barang lain atau memakainya untuk keperluan lain. 

Oleh karena itu, untuk mendisiplinkan diri maka kamu harus berkomitmen dengan diri sendiri untuk memberikan hukuman atau efek jera bila tak dapat memenuhi target tabungan umroh. 

Kamu mungkin bisa menerapkan hukuman dengan melipatgandakan tabungan umroh di bulan depannya lagi atau menambah amalan sunnah saat satu target tidak tercapai. Semata-mata cara ini dilakukan untuk mendidikmu lebih disiplin dan konsisten. 

3. Ajak teman untuk membuka tabungan umroh bersama 

Sulit rasanya mempertahankan semangat menabung untuk mempersiapkan ibadah umroh bila dilakukan sendirian.

Sebaliknya bila kamu memiliki teman menabung baik itu dengan istri atau saudara kandungmu kamu pastinya akan lebih termotivasi lagi.

Maka dari itu, tidak ada salahnya bila kamu berencana untuk umroh kamu sebaiknya mengajak mereka juga untuk sama-sama berkomitmen memulai tabungan. 

4. Cari penghasilan sampingan 

Cara untuk menabung umroh lainnya yang bisa kamu lakukan adalah mencari penghasilan sampingan selain pekerjaan utamamu. 

Sebagaimana kita tahu, bahwa biaya umroh itu tidaklah murah dan umroh juga memiliki giliran waktu yang jelas bagi para jamaahnya. 

Oleh karena itu, bila keinginanmu ingin cepat terpenuhi, maka sebaiknya kamu melipatgandakan usahamu dengan memiliki jenis usaha sampingan lainnya sehingga target menabungmu bisa lebih dari 10 hingga 20 persen per bulan. 

Beberapa pekerjaan yang bisa kamu coba adalah dengan membuka wirausaha, berjualan online, dan yang lainnya

5. Batasi biaya bulanan 

Untuk dapat mencapai target tabungan umrohmu, kamu bisa membatasi pengeluaranmu berdasarkan persentase tertentu. Misalnya biaya harian seperti makan, listrik, air, biaya hidup, tidak lebih dari 40 persen per bulan. 

Kemudian biaya untuk investasi dan tabungan dana darurat tidak lebih dari 10 persen per bulan, asuransi kesehatan 10 persen per bulan, zakat dan sedekah sekitar 5-10% persen per bulan hingga akhirnya kamu bisa menabung untuk umroh di kisaran 10 hingga 20 persen per bulan. 

6. Beli barang berdasarkan kebutuhan 

Penting untuk mempertimbangkan membeli barang hanya berdasarkan kebutuhan karena bila kamu membeli barang berdasarkan keinginan kemungkinan kamu tidak dapat menabung dengan benar. 

Catat dengan baik kebutuhan barang yang kamu perlukan sebelum membelinya. Apakah kamu sangat membutuhkan barang itu untuk waktu sekarang? Atau fungsinya masih bisa digantikan oleh benda lain?

Cara jitu untuk menghentikan membeli barang yang tidak perlu adalah dengan mengingat keinginan untuk segera berumroh.

7. Pilih paket umroh sesuai kemampuan 

Setelah kamu merasa bahwa tabunganmu cukup untuk melaksanakan ibadah umroh, maka waktunya untuk memilih paket umroh yang sesuai dengan tabungan dan kemampuanmu. 

Kamu bisa mendaftarkan dirimu pada agent resmi yang sudah ditunjuk oleh Kemenag atau lebih baik lagi yang sudah bekerjasama dengan PT. BPRS Al-madinah Tasikmalaya.

Dari sana kamu dapat memilih paket umroh yang menyediakan perjalanan mulai dari 9 hari hingga 20 hari berdasarkan kemampuanmu. 

Selanjutnya mengenai fitur dari tabungan Ahsanu’Amalala iB untuk haji/umroh dapat disampaikan sebagai berikut :

Keuntungan dan fasilitas :

  1. Keamanan dana terjamin oleh LPS dan diawasi oleh OJK
  2. Kemudahan dalam merencanakan ibadah umroh
  3. Fleksibel dalam menentukan setoran
  4. Bank bekerjasama dengan biro umroh yang terpercaya
  5. Mendapatkan buku tabungan sebagai bukti tabungan
  6. Tidak dikenakan biaya administrasi bulanan
  7. Didampingi oleh petugas bank dalam proses pendaftaran dan keberangkan umroh

Persyaratan dan ketentuan

  1. Diperuntukan bagi perorangan
  2. Tanda pengenal (KTP/Pasport)
  3. Setoran awal Rp. 50.000,-
  4. Setoran berikutnya minimal Rp.10.000,-
  5. Dana tidak dapat ditarik kecuali saat pendaftaran umroh

Biaya-biaya :

  1. Bebas biaya administrasi bulanan
  2. Biaya penutupan rekening Rp. 20.000,-



TABEL BAGI HASIL AGUSTUS 2020
BLN BANK NASABAH EQ RATE
DEPOSITO
1 66 34 5,39 %
3 64 36 5,69 %
6 62 38 6,01 %
12 60 40 6,32 %
TABUNGAN
12 88 12 1,89 %